Pengertian Resistor

PENGERTIAN RESISTOR

resistor adalah salah satu komponen elektronika yang berfungsi sebagai tahanan arus dan termasuk dalam kategori "komponen pasif" yang artinya komponen ini tidak membutuhkan listrik untuk bekerja. Satuannya adalah ohm (Ω). Sedangkan penggunaan resistor itu bermacam macam. ada yang menggunakannya sebagai :

  1. Penghambat arus listrik.
  2. Pembagi tegangan.
  3. Pengaman arus berlebih.
  4. Pembagi arus.
  5. dan lain sebagainya.
Nah, buat yang masih bingung apa itu listrik, arus, tegangan, dan teman temannya. Monggo, baca baca dulu disini

Resistor sendiri ada tiga jenis, yaitu resistor tetap (Fixed Resistor),Variabel Resistor (VR), dan Resistor non linear.
Resistor tetap adalah resistor yang nilainya tetap, sudah bawaan dari pabriknya. Contohnya seperti ini :
Resistor tetap
resistor smd


Lambang dalam skematik seperti ini :

Nah, itu adalah foto dari resistor tetap. bagaimana cara mengetahui nilainya ?

Pertama, kita bahas dulu cara mencari nilai resistor untuk resistor yang bentuknya seperti pada di gambar yang paling atas. Begini caranya :

PERTAMA
Kita harus tau nilai nilai dari setiap warna resistor. Nilai nilai dari warna resistor tersebut adalah yang seperti ini :




Jika kita lihat di tubuh resistor, terdapat beberapa gelang berwarna. ada yang 4 gelang, ada yang 5 gelang. Nah, sekarang kita coba untuk menghitung nilai sebuah resistor dengan kode warna yang ngayal ngayal aja yah :) .

Coba bayangin, kamu punya resistor. Di resistornya ada 4 gelang warna. Warnanya coklat, merah, orange, emas. Nah. Cara bacanya, pertama kita ambil patokan warnanya dulu. patokannya itu warna emas atau perak. Warna emas atau perak, itu di bacanya belakangan. Jadi kalau di resistor yang tadi, kita bacanya dari warna coklat. Paham kan ? :D .

Warna pertama itu coklat, coklat itu "1"(Liat tabel). Nah, berarti kita udah punya angka 1. Kemudian warna kedua merah, merah itu "2". Nah, berarti angka "12". Kemudian warna ke tiga itu orange, Orange itu "3". Sedangkan untuk warna ke tiga, itu angkanya di ganti jadi banyaknya "0", jadi orange itu artinya "000". Sekarang, semua warna itu kita gabungin. Jadinya "12000". Nah, jadi nilai resistor itu adalah 12000 Ohm. Atau, 12 Kilo Ohm. Loh, gimana dengan warna ke empat ?
Warna ke 4 itu adalah toleransi. Karena warna ke 4 adalah emas, itu berarti toleransi nilai dari resistor itu adalah 5%, karena emas itu artinya 5%. Gimana ? Gampang kan ? :)

Nah, sekarang bagaimana jika untuk resistor yang 5 warna ?

Caranya sama saja dengan yang 4 warna. hanya saja, warna yang kita jadikan patokan adalah gelang warna yang posisi nya paling jauh dari gelang yang lain. seperti :
Jika di gambar, berarti gelang warna yang kita jadikan patokan adalah warna coklat. Nah, sekarang kita coba mencari nilai resistornya.
Warna pertama orange, itu berarti "3". Warna ke dua orange, itu berarti "3". Nah, sekarang kita udah punya angka "33". Warna ke tiga putih, itu berarti "9". Sekarang angkanya menajdi "339". Kemudian warna ke empat hitam, itu berarti "0". Eits, tunggu dulu. Karena warna ke 4 adalah banyaknya nol, sedangkan warna ke 4 nya itu adalah "0". Jadi, "0" yang harus ditambahkan itu tidak ada. Jadi, angka yang kita miliki adalah 339 Ohm. Nah, Karena warna ke 5 adalah warna coklat, itu berarti toleransi dari resistor tersebut adalah 1%. Gimana ? mudah kan ?

KEDUA
Nah, sekarang kita bahas cara mencari nilai resistor smd. smd itu kependekan dari Surface Mouth Defice. Resistor SMD biasanya sering kita lihat di rangkaian elektronika yang kecil kecil seperti HP, jam tangan digital, dls.
Nah, begini cara membaca nilai resistor smd. Saya rasa juga tidak perlu di jelaskan panjang panjang, karena tidak terlalu sulit :D

Mungkin hanya dengan melihat gambar itu saja sudah bisa mengerti kan ? hehe. ..

Nah, pembahasan yang barusan itu adalah mengenai resistor tetap. Sekarang kita masuk ke pembahasan berikutnya. Yaitu "Variabel Resistor (VR)". Cekidot.

Apasih variabel resistor yang disingkat VR itu ? Pada intinya, VR itu sama saja dengan resistor biasa, yaitu, berfungsi sebagai tahanan. Hanya saja, nilai dari resistor tersebut bisa kita ubah sesuai kebutuhan kita. Tapi VR juga tetap memiliki nilai, yaitu nilai maksimum tahanannya. Misalkan. Sebuah VR bernilai 50K ohm. Itu artinya, VR itu nilai maksimumnya adalah 50K ohm, nilai minimumnya adalah 0 ohm.

VR sendiri yang paling sering dijumpai di pasaran adalah potensiometer dan trimpot. bentuk potensiometer adalah seperti ini :
Potensiometer termasuk dalam komponen pasif. Potensiometer adalah resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang membentuk pembagi tegangan dapat disetel. Potensiometer berperan sebagai resistor variabel atau Rheostat. Potensiometer biasanya digunakan untuk mengendalikan peranti elektronik seperti pengendali suara pada penguat. Potensiometer yang dioperasikan oleh suatu mekanisme dapat digunakan sebagai transduser, misalnya sebagai sensor joystick.

Sebuah potensiometer biasanya dibuat dari sebuah unsur resistif semi-lingkar dengan sambungan geser (penyapu). Unsur resistif, dengan terminal pada salah satu ataupun kedua ujungnya, berbentuk datar atau menyudut, dan biasanya dibuat dari grafit, walaupun begitu bahan lain mungkin juga digunakan sebagai gantinya. Penyapu disambungkan ke terminal lain. Pada potensiometer panel, terminal penyapu biasanya terletak di tengah-tengah kedua terminal unsur resistif. Untuk potensiometer putaran tunggal, penyapu biasanya bergerak kurang dari satu putaran penuh sepanjang kontak. Potensiometer "putaran ganda" juga ada, elemen resistifnya mungkin berupa pilinan dan penyapu mungkin bergerak 10, 20, atau lebih banyak putaran untuk menyelesaikan siklus. Walaupun begitu, potensiometer putaran ganda murah biasanya dibuat dari unsur resistif konvensional yang sama dengan resistor putaran tunggal, sedangkan penyapu digerakkan melalui gir cacing. Disamping grafit, bahan yang digunakan untuk membuat unsur resistif adalah kawat resistansi, plastik partikel karbon dan campuran keramik-logam yang disebut cermet. Pada potensiometer geser linier, sebuah kendali geser digunakan sebagai ganti kendali putar. Unsur resistifnya adalah sebuah jalur persegi, bukan jalur semi-lingkar seperti pada potensiometer putar. Potensiometer jenis ini sering digunakan pada peranti penyetel grafik, seperti ekualizer grafik. Karena terdapat bukaan yang cukup besar untuk penyapu dan kenob, potensiometer ini memiliki reliabilitas yang lebih rendah jika digunakan pada lingkungan yang buruk.
Potensiometer tersedia dengan relasi linier ataupun logaritmik antara posisi penyapu dan resistansi yang dihasilkan (hukum potensiometer atau "taper").
Pembuat potensiometer jalur konduktif menggunakan pasta resistor polimer konduktif yang mengandung resin dan polimer, pelarut, pelumas dan karbon. Jalur dibuat dengan melakukan cetak permukaan papua pada substrat fenolik dan memanggangnya pada oven. Proses pemanggangan menghilangkan seluruh pelarut dan memungkinkan pasta untuk menjadi polimer padat. Proses ini menghasilkan jalur tahan lama dengan resistansi yang stabil sepanjang operasi.

Nah, sedangkan untuk trimpot, gambarnya seperti ini :

Pada intinya, trimpot dengan potensiometer memiliki struktur pembuatan yang sama persis. Hanya saja, untuk penggunaan yang berbeda, trimpot memiliki ukuran yang lebih kecil.

intinya, kedua resistor ini adalah resistor berkaki tiga yang struktur pembuatannya menyerupai resistor pembagi tegangan. Gambarannya seperti ini.
Sekarang kita lihat gambar. Dari rangkaian diatas. Terdapat tiga titik, yaitu A, B, dan C. Tiga titik itulah yang menyerupai kaki kaki dari potensiometer ataupun trimpot. Sedangkan nilai dari VR adalah nilai dari titik A ke titik C. Sedangkan titik B, adalah nilai VR yang resistansi yang berubah ketika VR tersebut diputar. Contoh :
Saya punya trimpot, nilainya 500Ω. Itu artinya, nilai resistansi dari titk A ke titik C adalah 500Ω. Sedangkan resistansi di titik B adalah variabel. Misalkan resistansi dari titik A ke B saya atur hingga tahanannya 100Ω. Berarti tahanan dari titik A ke B adalah 100Ω, sedangkan dari titik B ke titik C adalah 400Ω.

Gimana ? Masih bingung ? Saya kasih contoh kedua deh.

Saya punya potensiometer, nilainya 100kΩ. As di potensiometer saya putar, sehingga medapatkan nilai tahanan dari titik A ke titik B adalah 40kΩ, sedangkan dari titik B ke titik C adalah 60kΩ.

Gimana ? Gampang kan ?

Nah, bagaimana dengan resistor non linear ?

Pada intinya, yang namanya resistor, itu sudah jelas adalah tahanan. Nah, untuk resistor non linear ini adalah resistor yang nilai tahanannya tidak tetap. dia selalu berubah ubah sesuai dengan kondisi lingkungan di sekitarnya. Contoh contoh resistor non linear yaitu :

LDR
LDR adalah resistor non linear yang nilai tahanannya selalu berubah ubah sesuai dengan kondisi pencahayaan yang mengenainya. Ketika LDR mendapatkan cahaya yang terang, dia bisa memiliki tahanan kisaran 500Ω. Sedangkan ketika tidak ada cahaya yang mengenainya, nilai tahanan LDR bisa mencapai kisaran 1MΩ

THERMISTOR
Thermistor adalah resistor non linear yang nilainya berubah ubah sesuai dengan suhu yang mengenainya. Thermistor sendiri ada 2 jenis, yaitu :

NTC
Nilai resistansi NTC akan naik apabila suhu yang mengenai tubuhnya kecil (dingin). Sedangkan ketika suhu yang lebih panas mengenai tubuhnya, maka nilai resistansi NTC menjadi kecil

PTC
Yaps, bentuknya memang tidak jauh berbeda dengan NTC. Nah, apa bedanya ? PTC juga merupakan resistor non linear yang nilainya akan berubah sesuai dengan suhu yang mengenai tubuhnya. Jika suhu yang lebih panas mengenai tubuhnya, maka resistansi yang dihasilkan resistor tersebut akan semakin besar. Ketika suhu yang lebih dingin mengenai tubuhnya, maka resistansi yang dihasilkan resistansi tersebut akan semakin kecil.

Nah, tidak cukup sampai disitu saja. Sekarang bagaimana dengan rangkaian resistor seri dan paralel ? Atau resistor sebagai pembagi tegangan ?

Unuk pembahasan tentang rangkaian seri/paralel resistor, bisa dilihat disini

Untuk pembahasan tentang resistor sebagai penahan arus dan pembagi tegangan, bisa dilihat disini

Oke, sekian dulu dan terima kasih :)


1 comment: